Advertisement
LAPORAN//SOLIHIN
THE NEWS.CO.ID
BOGOR-Tradisi ziarah ke makam Mbah Kolot Pidin terus dilestarikan oleh warga Karanggan Bekasi dan Karanggan Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini telah menjadi warisan budaya turun-temurun yang berlangsung sejak abad ke-15 dan kini diperkirakan telah berusia hampir 500 tahun. Kamis, (26/3/2016)
Setiap tahunnya, tradisi ini digelar dengan penuh kebersamaan dan keikhlasan. Warga secara swadaya bergotong royong menyiapkan berbagai kebutuhan, termasuk fasilitas infrastruktur pendukung demi kelancaran kegiatan.
Tokoh masyarakat sekaligus Anggota DPRD Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan, Anim Imanudin, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam menjaga tradisi tersebut.
“Kami mewakili warga Karanggan mengucapkan terima kasih kepada warga Desa Karanggan dan Kecamatan Gunung Putri atas perhatian dan dukungannya, sehingga kegiatan adat budaya ini dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Camat Gunung Putri, Kurnia Indra. Ia menegaskan bahwa tradisi ini merupakan bagian dari budaya lokal yang terus dijaga oleh masyarakat Karanggan Tua dan Karanggan Muda serta menjadi agenda rutin tahunan.
“Selain melestarikan budaya, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antara warga Karanggan Bekasi dan Karanggan Gunung Putri Bogor, serta berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” ungkapnya.
Pemerintah Kecamatan Gunung Putri bersama Pemerintah Desa Karanggan pun menyatakan dukungan penuh terhadap pelestarian tradisi tersebut.
Sementara itu, Kepala Desa Karanggan, Asdi, S.E. mengatakan bahwa pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan bagi para peziarah dari tahun ke tahun.
“Kami mempersiapkan kedatangan tamu dari Karanggan Muda untuk berziarah ke Karanggan Tua. Alhamdulillah, persiapannya semakin baik setiap tahun.
Ke depan, kami berharap pelayanan bisa lebih optimal, mulai dari penerangan, akses jalan, hingga penataan sarana UMKM agar para peziarah lebih nyaman,” jelasnya.
Tradisi ini tidak hanya menjadi simbol pelestarian budaya leluhur, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong, kebersamaan, serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.

