Advertisement
LAPORAN//TONI
THE NEWS.CO.ID
BOGOR CIBINONG-Diera kepemimpinan Rudy Susmanto selaku Bupati Kabupaten Bogor Pemerintah Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinannya kini meluncurkan Sistem Manajemen Talenta sebagai strategi besar membangun Aparatur Sipil Negara (ASN) yang lebih kompetitif, profesional, dan proaktif. Kebijakan ini menjadi tonggak baru reformasi birokrasi di Kabupaten Bogor dengan menempatkan promosi jabatan berdasarkan kinerja dan kompetensi.
Dengan diluncurkannya sistem tersebut yang dilakukan di Kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Cibinong pada Selasa,(28/4/2026), yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor.
Peluncuran sistem ini dinilai sebagai perubahan besar dalam pola pengelolaan karier ASN. Pemerintah Kabupaten Bogor ingin memastikan setiap pegawai memiliki peluang yang sama untuk berkembang melalui sistem penilaian yang objektif dan transparan.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Ajat, menegaskan bahwa era promosi jabatan berdasarkan kedekatan telah berakhir. Kini, seluruh proses pengembangan karier ASN mengedepankan sistem merit dan profesionalisme.
Transformasi sistem karier ASN yang sedang kita dorong berbasis kinerja dan kompetensi. Tidak ada lagi istilah kedekatan atau dulur. Yang dikedepankan adalah meritokrasi,” ujarnya.
Menurut Ajat, kehadiran Sistem Manajemen Talenta akan membuka peluang bagi ASN berprestasi yang selama ini belum terlihat karena keterbatasan sistem lama. Ia menyebut masih banyak pegawai berkualitas yang belum mendapatkan ruang berkembang. Dengan sistem baru ini, seluruh potensi ASN akan dipetakan dan diberi kesempatan tampil berdasarkan kemampuan nyata.
“Kita ingin membuka ruang bagi talenta-talenta yang selama ini tersembunyi. Semua potensi harus bisa terbaca,” katanya.
Selain itu, sistem ini mengedepankan prinsip the right man on the right place, yakni penempatan pegawai sesuai kapasitas, keahlian, dan capaian kinerja.
Ajat menegaskan bahwa keberhasilan sistem sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia, terutama jajaran BKPSDM sebagai pengelola utama. Karena itu, integritas dan kompetensi internal harus terus diperkuat.
“Sistem yang baik tidak akan menghasilkan hasil baik jika SDM pengelolanya tidak baik. Karena itu integritas dan kompetensi harus diperkuat,” tegasnya.

