@dmin
Wednesday, 16 September 2026, September 16, 2026 WIB
Last Updated 2026-09-16T15:44:20Z
DaerahDaerah.

Fikri Purnama Soroti Munculnya FABEM, Pertanyakan Proses Konsolidasi Alumni BEM

Advertisement

LAPORAN//Redaksi

THE NEWS CO.ID


BOGOR - Munculnya gerakan yang mengatasnamakan Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa (FABEM) mendapat sorotan dari Fikri Purnama, yang pernah menjabat sebagai Koordinator Daerah Bogor Raya BEM Seluruh Indonesia.



Fikri mempertanyakan proses konsolidasi yang melatarbelakangi kemunculan gerakan tersebut. Menurutnya, forum yang membawa nama alumni BEM semestinya dibangun melalui komunikasi dan konsolidasi yang terbuka dengan para alumni yang benar-benar memiliki rekam jejak sebagai pengurus BEM di berbagai kampus.


“Kalau memang ini forum alumni BEM, seharusnya ada proses konsolidasi yang jelas dan terbuka dengan alumni-alumni BEM. Jangan sampai tiba-tiba muncul sebuah gerakan yang membawa nama besar alumni BEM, tetapi banyak pihak yang sebelumnya tidak pernah diajak berkonsolidasi,” ujar Fikri.


Ia menilai penting untuk memperjelas siapa saja yang berada di balik gerakan tersebut, termasuk latar belakang dan rekam jejak mereka selama menjadi pengurus BEM.


Fikri juga menyampaikan kekhawatiran bahwa kemunculan gerakan tersebut berpotensi memiliki kepentingan politik tertentu. Namun, ia menekankan bahwa dugaan tersebut perlu dibuktikan melalui fakta dan keterbukaan mengenai agenda, struktur, serta tujuan organisasi.


“Jangan sampai nama alumni BEM kemudian digunakan untuk kepentingan politik tertentu. Kalau memang murni gerakan alumni, mari dibuka siapa penggagasnya, apa agendanya, bagaimana proses konsolidasinya, dan siapa saja yang terlibat,” katanya.


Selain persoalan agenda, Fikri juga mempertanyakan informasi mengenai pihak-pihak yang disebut berada di dalam FABEM. Ia mengaku mendapat kesan bahwa terdapat nama-nama yang perlu diklarifikasi terkait rekam jejaknya sebagai mantan pengurus BEM.


“Ini bukan soal mengklaim siapa yang paling alumni atau paling senior. Tetapi kalau sebuah forum menggunakan identitas alumni BEM, tentu publik berhak mengetahui rekam jejak orang-orang yang berada di dalamnya. Apakah memang pernah menjabat di BEM, di kampus mana, dan pada periode kapan,” ujar Fikri.


Meski demikian, Fikri menyatakan kritik tersebut bukan dimaksudkan untuk menutup ruang bagi siapapun yang ingin membangun wadah alumni BEM. Ia justru mendorong agar setiap forum yang membawa nama alumni BEM dibangun secara transparan, inklusif, dan melalui konsolidasi yang dapat dipertanggungjawabkan.


Menurutnya, alumni BEM memiliki latar belakang dan pilihan politik yang beragam. Karena itu, penggunaan nama kolektif alumni BEM dinilai perlu disertai kejelasan mengenai batas antara gerakan sosial-kemahasiswaan, organisasi alumni, dan kepentingan politik praktis.


Fikri pun meminta agar pihak FABEM memberikan penjelasan terbuka mengenai proses pembentukan, struktur kepengurusan, daftar pihak yang terlibat, serta agenda yang hendak diperjuangkan.