Advertisement
LAPORAN//TONI
THE NEWS.CO.ID
BOGOR-Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor bersama Forum Komunikasi Kecamatan (Forkopimcam) Dramaga melakukan kunjungan kerja ke dapur SPPG-MBG di wilayah Dramaga. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan kondisi dapur serta menu makanan yang dibagikan ke masyarakat sesuai SOP yang telah ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Ada lima dapur yang telah dikunjungi politisi PKS dari delapan dapur SPPG-MBG yang sudah beroperasi di wilayah Dramaga Bogor. Sementara tiga dapur lainnya masih menunggu dibukanya kuota MBG oleh BGN.
Disela kunjungannya ke dapur SPPG-MBG H.Wasto S Hut MPd, Ketua Komisi IV DPRD sekaligus sebagai Ketua DPD PKS Kabupaten Bogor menuturkan kepada Koran Indonesia, bahwa program MBG ini merupakan program pemerintah pusat yang cukup bagus, karena tujuannya untuk meningkatkan kualitas gizi bagi anak sekolah dan mereka yang rentan seperti ibu hamil, ibu menyusui dan lansia.
Oleh karena itu, program ini harus didukung dan disukseskan, dalam pandangannya program tersebut bukan kental bisnis tetapi ini tujuan mulia yang sangat bagus, pemerintah memberikan makan kepada masyarakat.
Peningkatan perekonomian masyarakat
Kemudian kata H Wasto program ini selain bisa meningkatkan gizi masyarakat juga memiliki tujuan agar perekonomian masyarakat juga meningkat, UMKM dan Bumdes bisa dilibatkan dalam penyediaan bahan baku, juga dapat menyerap tenaga kerja lokal dimana dapur SPPG-MBG itu berada.
"Kita harapkan kehadiran SPPG-MBG membawa manfaat bagi masyarakat, dan dapat meningkatkan perekonomian bagi masyarakat di desa,"katanya Kamis, 15/01/2026.
Apresiasi dapur SPPG-MBG
Dalam kesempatan itu Ia menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap salah satu dapur SPPG-MBG (Dramaga II) yang dikunjunginya sudah menjalankannya sesuai SOP yang ditetapkan, sangat refrecentatif, dari kebersihannya baik, penyajian dan pengemasan menu makanan juga baik serta sanitasi dan pembuangan limbahnya cukup baik dan armada distribusinya juga baik.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada dapur SPPG-MBG (Dramaga II) yang sudah menjalankan tugas menyediakan MBG dengan baik, kami harapkan untuk terus menjaga mutu makanan yang dibagikan serta tetap menjaga kebersihan dapurnya,"ujarnya.
IPAL dapur SPPG-MBG
Selanjutnya Ia juga mengungkapkan dalam kunjungan ke dapur SPPG-MBG ada salah satu dapur yang sudah beroperasi, yakni dapur KTS sarana IPAL belum tersedia dan baru akan dibuat, sementara pembuangan limbahnya ke saluran air yang ada, itupun dalam kondisi tidak baik, penuh dengan sampah dan saluran airnya mampet tidak mengalir, air kotorannya sudah berwarna hitam dan menimbulkan bau tak sedap.
Pihaknya khawatir dengan kondisi seperti itu, makanan yang dibagikan kepada masyarakat bisa saja terkontaminasi dari kotoran yang terbawa angin, jadi tidak higienis
"Kondisi dapur SPPG-MBG ini menjadi catatan penting dan ini direkomendasikan untuk ditindaklanjuti. Apabila tidak ditindak lanjuti maka pemerintah yang berwenang harus bertindak tegas kepada SPPG ini" ucapnya.
Menu Tidak Sesuai Standar Harga dan Gizi
Lantas ketika disinggung adanya aduan masyarakat menu yang dibagikan kepada masyarakat diduga tidak sesuai standar harga dan gizi, H Wasto menegaskan wajib sesuai dengan standar harga dan gizi.
"Apabila tidak sesuai standar dampaknya tidak bagus, bagi kesehatan, makanan juga berdampak sosial, karena kan program ini juga bertujuan untuk menurunkan stunting, mall nutrisi, maka kalau tidak sesuai standar harga maka kualitas gizinya juga tidak sesuai. Dan ini sangat penting untuk dievaluasi,"tegasnya.
Sementara itu, Pengawas Yayasan Sukamulya yang menaungi dapur SPPG-MBG KTS, H Suhendar saat dikonfirmasi di Sawah Abah JLD Dramaga mengucapkan terima kasih kepada Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor bersama Forkopimcam Dramaga yang telah mengunjungi dapur MBG KTS, Ia menyebut itu merupakan bentuk perhatian luar biasa dari pimpinan wilayah bagi dapur MBG.
Menurut H Suhendar koreksi saran dan masukan dari tim yang berkunjung ke dapur KTS akan direspon cepat, karena memang saat ini juga sedang dikerjakan pembuatan sumur untuk membuang limbah dapur di halaman belakang gedung dapur itu.
"Hari ini kami sedang kerjakan pembuatan sumur untuk menampung limbah dapur dimasukan ke dalam tanah. Dan hari ini juga kami akan bersihkan saluran selokan yang airnya menggenang penuh sampah," tegasnya.
Pada kesempatan itu Ia juga mengaku dipercaya BGN mengelola 7 dapur, yang tersebar di Cibinong, kota Bogor dan dua diantaranya di Dramaga.
Permohonan maaf
Atas nama Yayasan Sukamulya pihaknya menyampaikan permohonan maaf kepada tim gabungan Forkopimcam Dramaga yang telah mengunjungi dapur KTS II dan memberikan koreksi - koreksi yang sangat baik dan membangun.
"Kami berkomitmen akan memperbaiki semua koreksi yang sudah disampaikan dengan tujuan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,"pungkasnya.

