@dmin
Monday, 19 January 2026, January 19, 2026 WIB
Last Updated 2026-01-20T04:36:55Z
DaerahDaerah.

Mantan Gurandil Pongkor Kini Jadi Petani

Advertisement

LAPORAN//TONI

THE NEWS.CO.ID


BOGOR-Program Ketahanan Pangan desa Kalongliud, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor yang dikelola Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) bergerak pada sektor pertanian, peternakan, perikanan hingga unit usaha cafe.



Kepala Desa Kalongliud, Jani Nurjaman menuturkan kepada awak media The News.co.id mengatakan "Bahwa program ketahanan pangan yang dibiayai dari APBN pemerintah pusat melalui anggaran Dana Desa (DD), direalisasikan pada program untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, sesuai dengan potensi Desa yakni pada sektor pertanian, peternakan, perikanan dan juga unit usaha cafe.


Program Ketapang dimulai sejak tahun 2022 sesuai dengan Peraturan Presiden untuk melaksanakan program ketahanan pangan dan hewani dengan merangkul beberapa kelompok tani di masyarakat.


"Mulai tahun 2022 ada empat kelompok tani yang kami support untuk melaksanakan program ketahanan pangan," Kata Jani Senin, 19/01/2026.

Lalu lanjut Jani, pada tahun 2023 dan 2024 juga sama, seiring bertambahnya lahan - lahan pertanian yang ada, pihaknya mengembangkan sektor pertanian dengan menanam tanaman holtikultura seperti cabai dan tomat.

Dana Penyertaan Bumdes

Kemudian untuk anggaran dana desa tahun 2025 sebesar 20% yang pengelolaannya dipercayakan kepada Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) sifatnya penyertaan, yang tadinya program tersebut untuk pemberdayaan warga masyarakat, tetapi sekarang masuk dalam dana penyertaan yang dikelola Bumdes.

Luas Lahan pertanian dan hasil panen

Dalam menjalankan usahanya Bumdes sampai akhir tahun 2025 telah menjalankan usaha di sektor pertanian seluas 32 hektar yang digarap oleh lima kelompok tani di Desa Kalongliud.


"Lahan seluas itu, kita tanami cabai, tomat, terong dan sayur mayur lainnya. Tanaman cabai merah besar sebanyak 1.200 pohon dan telah panen menghasilkan 3,2 ton dengan harga dikisaran Rp 40.000/kilogram," ujarnya.


Hasil panen tersebut tidak dijual melalui tengkulak tetapi Bumdes menjualnya langsung ke pasar TU Kemang, Kabupaten Bogor.

Peternakan dan Perikanan

Selain pertanian lanjut Jani, Bumdes juga mengembangkan usahanya pada sektor peternakan yakni budidaya domba, ada 42 ekor domba terdiri 40 ekor betina dan 2 ekor jantan. Dan itu disentrakan pada kelompok tani.


Selain kambing, juga dilaksanakan budidaya ikan mas, pada awalnya benih yang ditebar sebesar 1 atau 2 jari sekarang sudah sebesar lima jari atau per kilogram isi 2 ekor sampai 2 ekor, dikelola di dua kolam.

Unit Usaha Perdagangan

Bumdes desa Kalongliud selain merealisasikan usaha pada sektor pertanian, peternakan dan perikanan juga mengembangkan sektor usaha perdagangan dengan membuka cafe, dan cafe tersebut dikelola anak - anak muda yang belum memperoleh kesempatan pekerjaan.


Unit usaha cafe ini tempatnya menggunakan salah satu bangunan yang terbengkalai sudah 25 tahun, pihaknya berkoordinasi dengan pemilik bangunan itu, dan akhirnya diizinkan untuk dimanfaatkan untuk usaha cafe.


Berdirinya cafe ini untuk yang pertama di desa Kalongliud untuk mengakomodir kaum milenial dan juga kumpul dan kongkow para pelaku bisnis dan birokrasi, ngobrol sambil ngopi - ngopi dan menikmati keindahan panorama alam sekitar, karena gedung ini dilengkapi dengan Roof top.

Serap Tenaga Kerja

Program ketahanan pangan yang dijalankan Bumdes Kalongliud telah menyerap tenaga kerja sebanyak 80 orang, 5 diantaranya mantan Gurandil, mereka beralih profesi yang tadinya jadi penambang di kawasan Pongkor dan saat ini sudah bergabung dengan kelompok tani menggarap kebun.

Pendamping Pertanian

Dalam mengelola pertanian, pihaknya mendapat pendampingan dari BPP wilayah III dinas pertanian Kabupaten Bogor dan Yayasan Cibuluh PT Antam Tbk.


"Pendampingan yang kami dapatkan dari mulai perencanaan, pelaksanaan sampai dengan bisnisnya hingga sistem pelaporan pertanggung jawaban kelompok tani," tegasnya.

Meningkatkan PAD Desa

Pihaknya berharap program ketahanan pangan ini bisa mendongkrak perekonomian warga masyarakat, juga bisa menambah PAD desa, untuk pembangunan wilayah desa Kalongliud.


"Kita harapkan usaha yang dijalankan Bumdes ini terus maju dan berkembang, hingga menghasilkan keuntungan untuk Bumdes, bisa juga berkontribusi terhadap PAD desa dan yang terpenting bisa meningkatkan perekonomian serta meningkatkan dan taraf hidup masyarakat," pungkasnya.

Saksikan video selengkapnga di bawah ini keterangan Kepala Desa Kalong Liud