@dmin
Thursday, 14 May 2026, May 14, 2026 WIB
Last Updated 2026-05-14T07:08:51Z
Internasioanal Galery

Calhaj Kab Bogor Kunjungi Museum Al Wahyu dan Museum Al Quran Suci untuk Kian Dekatkan Diri pada Kitab Suci

Advertisement

LAPORAN//H.ADE

THE NEWS.CO.ID


MEKAH-SALAH satu bentuk kecintaan seorang muslim terhadap Al Quran ialah dengan memahami sejarah turunnya wahyu Allah kepada Nabi Muhammad SAW tersebut. Dalam rangka menanamkan kecintaan terhadap Kitab Suci itulah, jemaah haji asal Kabupaten Bogor yang berada dalam bimbingan KBIHU Daarul Istiqomah melakukan ziarah ke Museum Al Wahyu dan Museum Al Quran Suci di Kota Mekah, Rabu (13/5).



"Ziarah ke Museum Al Wahyu dan Al Quran ini demi kian menanamkan kecintaan kaum muslimin, khususnya yang sedang menunaikan ibadah haji di Tanah Suci, terhadap Al Quran. Kunjungan ini membuat kita tahu sejarah turunnya wahyu pertama Al Quran, jenis-jenis mushaf Al Quran, dan hal ihwal tentang Al Quran," papar KH Fikri Halfia, pimpinan rombongan jemaah haji KBIHU Daarul Istiqomah, Kabupaten Bogor.


Fikri berharap, dengan mengenal sejarah turunnya wahyu pertama kali di Gua Hira,  jemaah bisa mendapatkan pengalaman spiritual lalu menceritakan kembali kepada kerabat, tetangga, atau di majelis-majelis ilmu lainnya. "Kita harapkan, rasa cinta Al Quran ini bisa menyebar ke mana-mana," tambahnya.


Sementara itu, Ketua Kloter JKS 03 Ade Irawan menilai kunjungan calon jemaah haji Indonesia ke Museum Wahyu dan Museum Al Quran memiliki makna yang sangat mendalam, terutama bagaimana wahyu pertama yang diturunkan Allah SWT sebagai mukjizat terbesar Nabi Muhammad yaitu Al Quran.


Dua entitas ini memberikan gambaran keimanan yang cukup mendalam bagi siapapun seorang mukmin. Karena keyakinanlah yang akhirnya menegaskan bahwa Rasulullah diutus untuk memurnikan penyembahan kepada yang maha tunggal tanpa kesyirikan yaitu Allah swt.


Maka dari itu, kehadiran 2 museum ini menjadi simbol pengetahuan bagaimana wahyu pertama turun yang diterima Nabi Muhammad saw ketika berada di Gua Hira. Disini menjelaskan bagaimana kegelisahan Nabi melihat kondisi masyarakat Mekah kala itu, maka dengan kasih sayang Allah SWT, Tuhan yang Maha Tunggal memberikan mandat khusus kepada Nabi Muhammad untuk memulai memurnikan kembali bentuk keesaan dalam penghambaan kepada Allah bagi masyarakat Mekah. 


"Dari pertama datang kita para calhaj sudah disuguhi berbagai informasi mengenai proses penciptaan wahyu dari semenjak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad saw," kata Ketua Kloter JKS 03 Ade Irawan.


Menurutnya, dengan adanya museum wahyu para calhaj diajak untuk lebih mengenal bagaimana proses turunnya wahyu kepada para nabi dan rasul. 


"Menariknya semua dikemas dalam balutan informasi digital sehingga calhaj mudah memahami alur turunnya sebuah wahyu kepada para nabi yang diutus," bebernya.


Pun demikian, kata dia, dengan museum Al Quran yang memang terbilang baru di kawasan Hira ini, sebagai salah satu representasi dari perjalanan panjang dari turunnya wahyu pertama, proses penghafalan para sahabat hingga terciptanya sebuah mushaf. 


"Lagi-lagi calhaj diajak untuk memperkaya khazanah keimanan akan sebuah mukjizat Nabi kita yaitu Al Quran yang begitu terjaga keasliannya," kata Ade.


Tak hanya itu, kata pria yang juga Kepala TU MAN 4 Bogor ini, di museum Al Quran juga ditampilkan berbagai model penulisan, contoh-contoh mushaf dengan berbagai huruf, dan tulisan serta jenis kertas atau bahan penulisannya.


"Calhaj diajak melihat langsung jenis huruf awal sebuah mushaf hingga mushaf yang tersusun hari ini, dan ada juga mushaf raksasa yang memang itu ditulis dan dicetak dan ada di museum ini, inilah tempat sejarah panjang Al quran ditulis," pungkasnya.